Ini sebuah kisah yang sempat aku alami semasa kecil, dan masih saja aku rasakan samapi sekarang. Berawal di sebuah kota kecil. Aaku sekeluarga tingal di sebuah rumah mungil, mungkin bukan sebuah rumah tapi sebuah bedeng. Satu keluarga yang utuh berjumlah 6 orang. Aku,ketiga adikku,ayah, dan ibuku. Awalnya kehidupan keluarga kami normal. Bhkan dapat dibilang harmonis. Tetapi semua ini tidak berjalan selamanya.
Ayahku mulai bertingkah saat mendapatkan proyek besar. Membangun sebuah terminal. Ntah mengapa tiba tiba sikapnya berubah, waktu itu aku masih kecil. baru duduk di kelas 2 sekolah dasar. Ayah sering marah marah tidak ada alasan. Suka memukul ibu, dan jarang pulang kerumah. Kata ibu siih semua itu karena ayah banyak pekerjaan yang harus diselesaikan. Tetapi, ini hampir setiap hari bahkan satu hari bisa berkali kali ayah memukul ibu.
Lambat laun aku pun tahu penyebab semua itu. Ternyata ayah memiliki perempuan lain dihatinya. Ternyata ayah punya simpanan seorang pelacur. Aku tidak habis pikir mengapa harus pelacur?? mengapa bukan orang normal saja yang dia pilih?? mengapa??
kehidupan rumah tangga kami mulai tidak nyaman lagi. Orang tua ku sering ribut. Rumah sering kosong, aku sering ditinggal orang tuaku.
Satu hari, ibuku pergi mencari ayah karena tidak pulang berhari hari. Waktu itu malam hari, hujan lebat membasahi kotaku ini. Ibu nekad mencari ayah, tanpa uang bekal, sambil menggendong adikku yang bungsu. Aku ingin ikut tetapi tidak diperbplehkan ibu, karena tugasku adalah menjga adik adiku yang lain dirumah.
tengah malamnya ibu sudah pulang. Dengan tangan hampa, tanpa seorang suami yang dicarinya. Malah mendapatkan luka memar di wajah ibu. Sejak itu aku mulai berjanji kalau aku akan membalas perbuatan ayahku itu. mungkin tidak sekarang. tetapi, kelak suatu saat aku pasti bisa membalas perlakuannya itu terhadap ibuku.
Satu bulan kemudian. Ibuku pergi ke keluarganya yang berada disebuah kota. Aku ditinggalkanya bersama ayah, sebenarnya aku tidak mau tinggal bersama ayah. tapi, keadaan yang memaksaku aku hrus ikut ujian kenaikan kelas.
Baru satu ahri ibu pergi. Ayah sudah berani membawa pelacur itu tinggal dirumah. Yang aku sesalkan adalah mengapa nenek dan kakekku memperbolehkan ayah membawa pelacur itu? Aku ingin melawan.... Tetapi aku seorang anak, Seorang bocah yang dianggapnya belum tahu apa apa. kesal, marah, jengkel, menjadi satu. aku tidak sanggup menanggung bebabn seberat ini. Ini sudah keterlaluan, tidak dapat di tolerir lagi. Bangsaattt... Kalau aku ingat perbuatanya itu aku ingin membunuhnya. Tinggal bersama pelacur itu sangat tidak menyenagkan. Setiap malam dia keluar rumah, subuh baru pulang kerumah. Yang mencuci piring adalah ayah, padahal selam ayah tinggal bersama ibu ayah tidak pernah mencuci piring sekalipun kecuali kalau ibu sedang sakit. Terkadang ayah menyuruhku mencuci piring. ini gila..... Apa yang dicari oleh ayah kalau begini?? kalau ayah mencari kasih sayang ini tidak mungkin. Krena, kasih sayang ibuku lebih besar daripada pelacur itu.
Selama aku tinggal bersama pelacur itu, aku tidak banyak bicara. Aku pun menjadi sosok yang pendiam. Aku malu bergaul dengan teman teman sebayaku. Aku pun malu untuk bersekolah. Hanya ada satu temanku yang mau mengerti dan menerimaku dalam keadaan seperti ini, itupun tetangga sebelahku. Yang memang sedari dulu menjadi teman sepermainanku.
Beberapa bulan telah berlalu, dan aku pun telah selesai ujian kenaikan kelas. Dan aku naik kelas. Prestasiku menurun sangat drastis, aku mengakui kalau aku tidak pernah belajar, bagaimana aku belajar kalau aku tidak berkonsentrasi untuk belajar.
Sore hari yang cerah, kebahagian itu muncul kembali. Karena, ibuku muncul dihadapanku bersama adiknya. Akhirnya aku melihat senyum ibuku kembali. Akhirnya aku bertemu ibuku kembali. aku fikir aku tidak akan bisa menatap keindahan wajah ibuku. Ingin aku menangis, haru ada perasaan har dihatiku. Aku berlari berhambur memeluk ibuku. Air mataku tak ku hiraukan. ku biarkan jatuh menghiasi suasana ini.
Ibu bertanya dimana ayah. Aku bilang kalau ayah ada ddalam bersama pelacur itu. Lalu ibuku masuk kedalam rumah. Aku tidak tahu apa yang terjadi didalam rumah, yang aku tahu pelacur itu berlari keluar rumah dengan membawa tas dan disusul oleh ayahku yang mengejarnya.
Ternyata kepulangan ibuku ini, ingin membawaku pergi ke tempat keluarganya ibu. Dan aku pun mau, karena aku memang tidak memiliki kebahagiaan tinggal disini. Ayah menjual sepeda hadiahku sewaktu aku peringkat satu dikelas. Aku menangis karena itulah yang menghiburku sewaktu aku sedang sedih dirumah. Tetapi, ayah berjanji akan memberikan sepeda yang baru. Keesokan harinya aku berangkat dengan sedikit kesediah. Meninggalkan kota tempatku lahir, meninggalkan sahabatku yang tercinta, meninggalkan semua kenangan yang pernah aku ukir di kota ini.
ayahku selingkuh
6:52 PM
aries gonezaga
Posted in
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No Response to "ayahku selingkuh"